Gemati - Suara Rakjat
Sastra Gandrung

Pertemuan Terakhir dan Puisi Lainnya

Femas Anggit Wahyu Nugroho | 27 Jul 2026


Cover

Pertemuan Terakhir

Aku menghitung sisa waktu hari itu,

di sela-sela kita bertukar kata.

Aku mengamat cermat bibir merahmu

yang mungil dan setengah terbuka,

ketika kata-kata menguap perlahan

dan kita tenggelam dalam kebisuan.

Kita sama-sama tahu,

malam-malam akan terasa kian dingin,

dipenuhi rahasia yang tak dapat diungkap

dan hutang kerinduan yang tak mungkin kita lunasi.

Akhir waktu mulai merayap

pada salib yang tergantung di dinding rumahmu

dan pada nada adzan yang mengantarku pulang.

Tapi aku telah meninggalkan ingatanku di teras rumahmu,

ketika untuk terakhir kalinya bibir kita bertemu.

2025 – 2026

 

Aku Menjelma Hujan

Aku menjelma hujan dan mampir ke rumahmu.

Di halaman aku memanggil-manggil namamu,

tapi kamu tak kunjung membuka pintu.

Dan aku masih setia memanggil-manggil namamu,

hingga matahari pagi mengubur jasadku.

2025 – 2026

 

Sebuah Pesan

Malam ini aku menitipkan pesan kerinduan untukmu.

Kepada sunyi aku katakan, “Tolong sampaikan.”

Maka sunyi berjalan di sela-sela dingin hujan.

Tapi sesaat kemudian sunyi kembali dengan wajah muram dan basah.

“Ia tak mau mendengarkanku,” kata sunyi.

Aku memeluk sunyi, menggenggam tangan sunyi.

“Tak mengapa, kalau begitu kau temani aku,” kataku.

Aku dan sunyi ngobrol malam ini.

2025 – 2026

 

Seperti Buku

Seperti buku,

ingin kubaca dirimu

pada malam-malam sepiku.

2025 – 2026

 

Di Mana Kamu Ingin Dimakamkan?

Aku ingin dimakamkan di matamu.

2025 – 2026

 

Penghujung Senja

In memoriam: Jimbaran, Bali

Waktu kian menua,

tapi kenangan senantiasa muda:

Aku tegak berdiri di sana

memandang merah nyala

yang berkobar-kobar

membakar waktu dan ruang,

menjadikannya arang

hitam kelam.

Apakah hidup juga demikian,

hanya untuk tumbuh lalu luruh?

Bali, 2024 – 2025

 

Sebuah Tantangan

Wahai serdadu, bawalah kawan-kawanmu.

Kemarilah dan serbulah aku.

Mari kita adu antara kalian punya peluru dan hunusan penaku!

2025 – 2026

PENULIS :
Foto
Femas Anggit Wahyu Nugroho
Lahir dan tinggal di Pati, Jawa Tengah. Tulisan-tulisannya dimuat di media massa digital dan cetak. Dapat disapa melalui Instagram: @femasn