Gemati - Suara Rakjat
GENTING (GEMATI News Trending)

Napak Tilas GP Ansor Surakarta: PAC GP Ansor Laweyan Mengadakan Diskusi Publik

Mandor Redaktur GEMATI | 25 Apr 2026


Cover

Surakarta, 24 April 2026 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Laweyan Kota Surakarta mengadakan diskusi publik bertema “Sejarah Gerakan Pemuda Ansor Kota Surakarta”. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentual perayaan Gerakan Pemuda Ansor yang lahir pada tanggal 24 April 1934.

Thoha Ulil Albab, Ketua PAC GP Ansor Laweyan, menuturkan bahwa kegiatan ini berangkat dari kegelisahan sahabat-sahabat Ansor Laweyan. Mereka merasa belum mengetahui secara utuh kapan dan bagaimana GP Ansor muncul di kota Surakarta.

“Berangkat atas kegelisahan sahabat-sahabat Ansor di Laweyan, di mana Ansor Surakarta merupakan salah satu PC GP Ansor tertua. Tapi, masih banyak yang belum tahu tentang bagaimana sejarah Ansor di Surakarta itu sendiri.”, Ujar Thoha.

Lebih lanjut lagi, mantan Ketua PC PMII Sukoharjo itu mengungkapkan bahwa, “Kegiatan ini bukan hanya sebagai romantisme masa lalu. Namun, untuk merelevansikan gerakan Ansor dalam konteks hari ini dan mendatang.”

Sesi sambutan-sambutan selesai. Acara disambung dengan potong tumpeng sebagai simbolisasi perayaan hari lahir GP Ansor. Kemudian acara diserahkan kepada moderator untuk memulai jalannya diskusi.

Muhammad Fiam Setyawan, selaku moderator, mengantarkan pada situasi tentang Surakarta yang menurutnya sudah seperti salah satu episentrum gerakan Nahdlatul Ulama. Terlihat dari bagaimana lintasan sejarah yang menunjukkan bahwa kota ini sering kali memunculkan tokoh-tokoh penting bagi pertumbuhan organisasi Islam-kemasyarakatan itu. Bukan hanya bagi induk organisasi, namun juga badan otonom di bawahnya seperti GP Ansor, IPNU-IPPNU, dan PMII.

Diskusi publik kali ini menghadirkan Ajie Najmuddin, sebagai pemateri utama. Sejarawan kondang asal Boyolali yang telah menulis buku Menyambut Satu Abad Nahdlatul Ulama itu, memulai materinya dengan memberikan pisau analisis yang diwariskan oleh Kiai Achmad Siddiq.

“Metode berpikir yang digunakan oleh Kiai Achmad Siddiq adalah Tajdid/Pembaruan, yakni memelihara hal-hal lama yang baik, dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik”, terang Ajie. Kemudian, ia mulai masuk sedikit demi sedikit memaparkan fase-fase terbentuknya gerakan pemuda Ansor di kota Surakarta, mulai dari sejarah berdirinya, siapa saja tokohnya, hingga bagaimana dinamika yang terjadi.

Ajie juga menjelaskan tentang peran penting pemuda Ansor Surakarta yang memprakarsai terbentuknya PP GP Ansor yang disahkan di Surabaya pada 14 Desember 1949. Sedangkan hari lahir PC GP Ansor Surakarta adalah 02 Desember 1949, dengan ketua pertama Kiai Moh. Saleh Anwar.

Ajie menutup pemaparan materinya dengan mengajak sahabat-sahabat Ansor di Surakarta untuk bisa menghidupkan kembali situasi dialektika yang kritis tanpa ketakutan. Ia sekaligus memberikan pesan-pesan tentang bagaimana selayaknya gerakan pemuda Ansor menapaki masa mendatang.

Dalam suasana diskusi yang hangat, forum ini ditutup dengan sesi makan bersama. Harapan dari terselenggaranya forum diskusi kali bukan hanya berhenti pada mengingat cerita masalalu, namun juga mengambil pelajaran dari perjalanan itu untuk kemudian dikembangkan sesuai dengan kondisi zaman hari ini dan tidak boleh lepas dari ranah sosial-kemasyarakatan.

Kontributor: Muhammad Fiam Setyawan, pengurus PAC GP Ansor Laweyan-Surakarta


PENULIS :
Foto
Mandor Redaktur GEMATI
Suara Waras Nurani Rakjat